Senjata tradisional dari Sumatera
SIWAR)
Siwar
Sumatera Selatan adalah salah satu
provinsi yang ada di Indonesia. Di daerah ini terdapat suatu senjata
tradisional yang disebut sebagai siwar. Siwar atau sering juga disebut
tumbak lado adalah suatu artefak yang berupa senjata tusuk genggam yang
bentuknya menyerupai golok panjang dengan tajaman di salah satu sisi
bilahnya. Senjata ini mempunyai kedudukan yang penting bagi seseorang,
sehingga fungsinya tidak hanya sebagai alat untuk mempertahankan diri,
melainkan juga sebagai benda keramat yang memiliki unsur kimpalan mekam
atau kimpalan sawah (mempunyai kekuatan magis).
Karih
Senjata tradisional yang amat terkenal di Sumatera Barat adalah Karih
yang merupakan senjata tikam. Senjata tikam lainnya adalah belati,
disamping tombak, ruduih yang disebut juga golok atau ladiang. Tombaknya yang berujung tiga disebut piarit.
![]() | ||||
Karih Sumatera Barat |
Senjata adat ini berbentuk menyerupai
badik milik masyarakat bugis, namun memiliki gagang yang lurus, hampir
juga menyerupai keris hanya tidak bergelombang. Selain untuk berburu
senjata ini juga dipergunakan untuk berperang. Proses pembuatannya
menyerupai keris atau badik.
3. SumpitSelain badik tumbuk lada, masyarakat suku jambi juga menggunakan sumpit untuk berburu. Selain suku yang ada di Jambi, sumpit juga digunakan oleh masyarakat suku dayak, papua dan baduy dalam.
Senjata tradisional dari Jawa
Kujang
![]() |
Kujang |
Keris
Keris adalah salah satu senjata
tradisional masyarakat Jawa, aqu yakin semua sahabat mengenal keris
karena senjata ini berbentuk unik. ya senjata yang bergelombang dengan
ujung yang sangat tajam. Dahulu keris dipergunakan untuk berperang namun
hingga kini masih dijadikan senjata untuk melawan musuh.
Keris Jawa
Senjata ini terbuat dari besi dan baja
tetapi ada pula yang dicampur dengan nikel, kobal, timah putih, perak,
dan tembaga. Proses pembuatan keris yang umum memerlukan waktu hanya
seminggu tetapi bila dibuat untuk senjata pamungkas sang empu akan
memerlukan waktu hingga 3 bulan.
Senjata tradisional dari Kalimantan
Mandau
Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau
besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan
“daerah asal” orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar
(Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Di kalangan orang Dayak sendiri,
satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Namun
demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak
yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini
tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun sang pemilik pergi
mandau akan selalu dibawa karena berfungsi sebagai simbol kehormatan
atau jati diri.
Talawang
Talawang adalah alat yang digunakan oleh suku Dayak untuk pertahanan diri atau pelindung diri dari serangan musuh.
Talawang dibuat dari bahan kayu yang
ringan tetapi kuat. Bentuknya segi enam memanjang dengan ukuran panjang
kurang lebih 1 meter dan lebarnya kurang lebih 0,5 meter dengan
perkiraan dapat menutupi dada manusia guna menangkis mandau atau tombak
musuh apabila terjadi perkelahian dalam perang. Keseluruhan bidang depan
talawang biasanya diukir bentuk topeng (hudo), lidah api, dan pilin
ganda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar